Dukuh Perempuan memiliki dua kelompok KWT yang memproduksi kuliner tradisional. Salah
satu kelompok membuat wingko, sedangkan kelompok lain membuat seronteng,
memanfaatkan potensi lokal berupa pohon kelapa. Kuliner-kuliner ini diproduksi sebagai
identitas pangan lokal dan sering dijadikan konsumsi dalam acara padukuhan.