Terdapat peninggalan sejarah berupa terowongan irigasi yang dibuat oleh Kiai Ponggolo dan
istrinya. Terowongan tersebut masih digunakan hingga sekarang untuk mengalirkan air
pertanian. Pembangunannya diperkirakan terjadi pada tahun 1800-an, ketika masyarakat
mengalami kesulitan mengalirkan air. Makam Kiai Ponggolo berada di Padukuhan Boyong.
Tidak terdapat kitab atau naskah Jawa kuno, serta tidak ada foto peninggalan leluhur yang
tersimpan di padukuhan.