Pelestarian budaya Jawa dilakukan melalui pelatihan pranoto coro, pidato Jawa, dan
pembekalan MC bahasa Jawa. Program ini sudah berjalan 2–3 kali sebelum Merti Dusun, dan
ditargetkan setiap RT memiliki minimal dua MC berbahasa Jawa. Pertemuan generasi muda
juga mengadakan rapat berkala menggunakan bahasa Jawa sebagai bentuk edukasi. Upaya
ini dilakukan karena generasi muda lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam
kehidupan sehari-hari.