Padukuhan Dukuh Perempuan memiliki tradisi adat yang masih berjalan rutin, terutama
kenduri atau sedekahan pada bulan-bulan Jawa. Kegiatan ini dilakukan di setiap RT, dengan
waktu pelaksanaan yang bisa berbeda antar RT namun tetap berada dalam bulan yang sama.

Tradisi besar yang dilakukan dua tahun sekali adalah Merti Dusun atau Syawalan, yang pada
tahun 2025 digabung dengan peringatan Puteri dan dilaksanakan pada bulan Agustus.
Selain Merti Dusun, terdapat pula Merti Umbul yang menjadi tradisi penting karena wilayah
ini berada di sekitar Sungai Boyong dan dikelilingi sumber mata air. Pada tahun-tahun
sebelumnya, Merti Umbul dilakukan bersama tiga padukuhan lain (Tanen dan Boyong),
namun tahun ini dilakukan secara mandiri oleh Dukuh Perempuan.

Tradisi Nyadran juga masih dilaksanakan, dimulai dengan doa bersama untuk leluhur dan
dilanjutkan nyekar ke makam. Padukuhan memiliki dua lokasi makam yaitu di Wonorjo dan
Ponggol, sehingga warga melaksanakan kirim doa secara terpusat namun tabur bunga di
lokasi leluhur masing-masing. Perayaan nasional seperti HUT RI dan Hari Lahir Pancasila juga
rutin dilakukan, meskipun pernah terhenti saat pandemi.