Padukuhan Banteng Sidorjo masih melestarikan tradisi Merti Umbul, yaitu upacara syukur
tahunan yang berfokus pada sumber mata air. Tradisi ini telah berjalan lebih dari sepuluh
tahun dan menjadi identitas adat setempat. Rangkaian acaranya meliputi laku spiritual
berjalan kaki tanpa alas sejauh ±9 km dari Umbul Wadon hingga dusun, sambil menyusuri
sungai dan titik-titik mata air. Pada setiap umbul dilakukan prosesi pecah kendi sebagai
simbol penghormatan terhadap alam dan leluhur penjaga mata air.
Ritual pendahuluan dilaksanakan pada malam hari melalui tirakat, doa lintas agama, dan
ritual bersama tokoh adat. Keesokan harinya dilaksanakan Penduli Ageng, yaitu kirab
gunungan hasil bumi, ubur rampai, dan tumpeng dari seluruh RT. Warga juga melakukan
penanaman pohon endemik (beringin, malam, jantri, tesa) serta pelepasan satwa seperti
burung perkutut, burung terkuku, ikan wader, dan nilem sebagai simbol keseimbangan alam.
Acara ditutup dengan penyajian jenang sumsum yang dicampur air kendi babun sebagai
simbol penyucian dan penyegaran diri. Selain itu, tradisi lain tetap dijalankan seperti
Nyadran, Mubeng Dusun setiap 1 Suro, selamatan rumah baru, selamatan hamil, hingga
berbagai pantangan hari baik dalam pernikahan yang masih dipercaya sebagian warga.