Sementara itu, nama Caran memiliki kisah yang dramatis, terhubung dengan gejolak alam Gunung Merapi. Diceritakan bahwa pada suatu masa, terjadi letusan hebat. Peristiwa ini menjadikan kawasan di sebelah barat mata air sebagai jalur utama pelarian bagi satwa-satwa liar yang mencari keselamatan, termasuk banyak rusa atau kidang (menjangan). Setelah kondisi mereda, di sepanjang jalur pelarian, terutama di sekitar mata air yang menjadi sumber minum, ditemukan banyak sekali tipak (tapak atau jejak) kaki kidang. Karena banyaknya tipak kidang yang nglekar
(tersebar luas) di tanah itu, wilayah ini kemudian diberi nama Caran, yang secara harfiah berarti jejak atau tapak rusa/menjangan yang ditinggalkan. Padukuhan Pedak adalah sebuah wilayah yang menyimpan lapisan sejarah unik,
yang identitasnya kokoh berdiri sebagai pusat penyatuan lima dusun. Kisah Pedak adalah tentang fusi sosial, administrasi, dan pelestarian warisan budaya yang melintasi era kolonial.